Beranda > Pemandangan > Tradisi kembang api dan Lebaran

Tradisi kembang api dan Lebaran

Pulang kampung lebaran adalah rutinitas tahunan  kembali ke daerah kampung halaman, nah apa hubungannya fireworks ( kembang api ) dan lebaran ? sebulan penuh kita diuji kesabaran mental dan fisik menjalani ibadah puasa. pada hari iedul fitri semua umat muslim  menyambut suka cita kemenangan itu, pada daerah tertentu menyalakan petasan adalah menu wajib. jika dahulu tetangga di kampung memakai bambu yang diberi karbit untuk menimbulkan efek suara menggelegar, seiring dengan waktu kemudian bergeser memakai kertas yang di ikat sekuat-kuatnya yang diberi bubuk ( petasan / mercon ) oleh sebab itu karena banyak korban pada petasan ini, maka kepolsian melarang peredaran penjualan dan penggunaan petasan karena mengganggu ketertiban umum dan membahayakan diri sendiri maupun orang lain. nah beberapa tahun ini telah beredar bebas kembang api yang sedianya untuk keperluan pesta pergantian tahun, kini dengan mudah kita jumpai di emperan toko atau pedagang kaki lima bak jamur di musim hujan, harganya pun bervariasi dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah. tak jarang pemuda atau orang dewasa berlomba – lomba membeli kembang api sebanyak – banyaknya, ada pula tradisi antar kampung yang seolah – olah tidak mau kalah dengan tidak melewatkan satu menitpun  menghiasi langit dengan percikan kembang api. menyambut lebaran ini sebaiknya kita tidak perlu meniru – niru budaya ( pesta ) orang barat. daripada uang ratusan ribu dibakar sesaat, lebih baik uang itu kita sedekahkan pada  yang membutuhkannya. mari kita kembali ke fitrah yang bersih. mohon maaf lahir dan bathin

  1. 28 Agustus 2011 pukul 22:49

    dar der dor🙂

    • 29 Agustus 2011 pukul 07:08

      bunyi apa tuh ya…🙂

  2. 29 Agustus 2011 pukul 09:08

    njaluk dikapmlengi og.. : :p

  3. 29 Agustus 2011 pukul 10:19
  4. 29 Agustus 2011 pukul 10:28

    pancen seru, cilikanku rung dilarang saiki regane sing larang😀

    • 29 Agustus 2011 pukul 11:34

      cilikanku kur kembang tetes kang xixixixi

  5. 30 Agustus 2011 pukul 14:24

    Petasan itu brisik👿 kmaren-kmaren tetanggaku nyalain petasan, cuma tetangga sebelah aja, tapi berisiknya bukan maen…

    gimana klo sekompleks nyalain😦

  6. 31 Agustus 2011 pukul 17:13

    pemborosan, bakar duit

  7. TDF
    2 September 2011 pukul 22:17
  8. 3 September 2011 pukul 09:49

    Usul yang bagus, kemeriahan idul fitri akan jauh berkesan didalam hati jika diiringi dengan banyak bersedekah..
    Jk uangnya dibakar untuk kembang api, meriahnya beberapa menit aja…:-)

  9. 4 September 2011 pukul 09:21

    bukan lebaran saya xixixi

    http://extraordinaryperson.wordpress.com/

  10. warung DOHC
    8 September 2011 pukul 00:21

    tak dapat di pungkiri memang pencitraan yg dihasilkan adalah suatu nikmat di mata kita, #namun melihat sisi bahaya & pemborosan nya hhmmmm … memang lebih bai di sodaqoh kan 🙂

    mohon maaf lahir batin cak 😉

  11. 8 September 2011 pukul 08:09

    Budaya yang gak penting. maen petasan ,kembang api kayak dah kebanyakan duit aja,
    rugi yang pasti dah nunggu, pertama kemungkinan kebakaran ada klo maen kembang api kejadian di daerah senen pas mau lebaran , atap gedung perkantoran terbakar karena ada bagian yg terbuat dari bahan yang mudah terbakar.
    Kemudian petasan gak mungkin ilang kalo dah maen kembang api, mending tuh duit buat beli petasan ato kembang api buat beli yang berguna, gua paling jengkel kalo dah ada yang maen petasan, bawaannya mau KAMPLENGIN aja.

  12. si oom as varioputiih
    8 September 2011 pukul 09:19

    makin kenceng aja kembang api jaman sekarang, ngagetin😈

  13. 24 Mei 2014 pukul 17:07

    Hello there! This article couldn’t be written much better!
    Looking at this post reminds me of my previous roommate!
    He constantly kept preaching about this. I’ll send this post to him.
    Pretty sure he will have a great read. Many thanks for
    sharing!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: