Beranda > Pemandangan > Menilik penerapan UU Lalu lintas no 22 di Kota Tuban

Menilik penerapan UU Lalu lintas no 22 di Kota Tuban

Gambar : google

Hmm Kota Tuban, yup Kota ini berada di pesisir pantai utara jawa, dalam penerapan Undang – undang lalu lintas No. 22 tahun 2009 mungkin bisa dikatakan kota yang paling kaku, bagaimana enggak, banyak pengendara roda dua yang kena denda ratusan ribu. semua harus standar !!!! yup begitu prinsip dari Kepolisian Tuban, Denda Ratusan Ribu siap menghadang apabila Spion tidak standar, ban tipis, lampu depan tidak dihidupkan pada siang hari, pemakaian knalpot after market. ceritanya sobat baru pulang  dari tuban,   kena denda Rp. 600 ribu karena pemakaian Knalpot aftermarket dan ban tipis dan tidak menghidupkan lampu padahal yang dia pasang dimotornya sudah type silent. hmm di Tuban tidak mengenal barang aftermarket walaupun suara halus apalagi ngebas  tetap kena denda jika produk aftermarket, wedew padahal sekarang produsen knalpot aftermarket sudah membuat suara dengan relatif tidak keras, padahal kan belum ada peraturan yang menyebut berapa maksimal decibel suara yang diperbolehkan, aneh to?  tegas juga  ternyata Kepolisian Tuban, salut dah. tapi gimana yah nasib modifikator motor disana, mungkin keluar malem kali hehehe, yup selumit cerita tentang penegakan disiplin lalu lintas di kota Tuban, gimana  penerapan Undang Undang Lalu lintas no. 22 ditempat brather?

  1. 13 Januari 2011 pukul 20:00

    pokoknya knalpot kudu standar. titik.:mrgreen:

  2. 13 Januari 2011 pukul 20:07

    weh,agak TERLALU itu.
    yang penting suara halus kan

    • 14 Januari 2011 pukul 08:57

      persis kata bang Rhoma Irama Bilang T-E-R-L-A-L-U

  3. 13 Januari 2011 pukul 20:12

    di Jkt belum mumpuni, paling di jln protokol aja x, tp masa 600 ribu, edyan. Kalo tu duit masuk kantong pribadi, ta kutuk impoten tuh petugas

    • 14 Januari 2011 pukul 08:59

      Hmmm ini kebijakan tergantung Pimpinan nya kang, kalo pimpinan nya tegas ya seperti ini hihihi

  4. Dani Ramadian
    13 Januari 2011 pukul 20:13

    Salut kalo begitu. Disini juga kok bro.
    Masalahnya, justru kita2 kalo diatur itu
    nggak mau…

    Contoh kecil nyebrang dan motong jalan aja,
    mahasiswa n orang bule disini geleng2 kepala.
    Sangat rendah ternyata pemahaman berlalu-
    lintas dan santun kepada sesama.

    Padahal negara kita ngakunya punya tingkat
    santun yg tinggi…ternyata baru RETORIKA

    • 14 Januari 2011 pukul 09:04

      yup sebenarnya tidak masalah disiplin lalu lintas aja mbah, Akte kelahiran wajib didaftarkan kalo enggak didaftarkan kena Denda Rp. 500 ribu hehehe sangar to?

  5. 14 Januari 2011 pukul 09:21

    kejar target mungkin mas,kalau sampai ratusan ribu,seharusx efek jera muncul
    http://az147r.wordpress.com/2011/01/14/thunder-125-yang-mulai-terlupakan/

  6. 14 Januari 2011 pukul 14:28

    Kalo mau tertib memang harus seperti itu pak. Negera2 tetangga malah lebih sadis lagi pak misalnya pake lampu HID ada aturannya, gak boleh sembarangan pake bohlam yg biqin silau.Dendanya juga tinggi.

    • 15 Januari 2011 pukul 06:50

      yup negara tetangga konsisten dg. Peraturannya , kalo negara kita? Hmmm…. Bisa diatur hehe

  7. 14 Januari 2011 pukul 15:35

    absent ae

    • 15 Januari 2011 pukul 06:53

      lho absen aja? Gmn kbr win nya

  8. 14 Januari 2011 pukul 22:35

    harusnya mengemudi sambil hpnan dendanya diatas 100.000, membahayakan itu

    • 15 Januari 2011 pukul 06:43

      gak melu nok meduro mbah? Kikik

      • 15 Januari 2011 pukul 17:43

        kapan, acara opo, kok aku ra dikabari

  9. 15 Januari 2011 pukul 09:20

    wah lumayan tuh dendanya tapi menurut saya tergantung nanti petugas dilapangannya konsisten tidak menjalaninya

    • 17 Januari 2011 pukul 08:41

      semoga aja konsisten😀

    • 16 Januari 2011 pukul 23:44

      dah tak kasih ramuannya:mrgreen:

  10. anonim :p
    11 Februari 2013 pukul 21:43

    knalpot standart…
    tapi bobokan😀

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: