Beranda > Pemandangan > Kesenian Sindir / tayub yang fenomenal

Kesenian Sindir / tayub yang fenomenal

Nulis tentang kesenian seni tari Tayub  aah, Tayub merupakan salah satu kesenian Jawa yang mengandung unsur keindahan dan keserasian gerak.Penari tarian tayub lebih dikenal dengan  ledhek. tari tayub merupakan tarian pergaulan yang disajikan untuk menjalin hubungan sosial masyarakat. konon Kabarnya dahulu dipergunakan pejuang – pejuang bangsa untuk menarik tamu pada waktu itu penjajah Belanda, dengan disuguhi minuman keras setelah belanda mabuk, beraksilah pejuang bangsa kita, maka setiap awal acara  dengan sajian  Tari Gambyong, beberapa crew Tayub antara lain :

  • Sindir / waranggana : Penari dan penyanyi wanita
  • Wiro suoro                   : penyanyi laki – laki
  • Penabuh gamelan      : sekitar 16 orang
  • Pengibing                      : Penari laki – laki / masyarakat umum
  • Pramugari                     : Pengatur tari

Seiring perjalanannya banyak pandangan negatif terhadap kesenian ini, beberapa tokoh agama islam menganggap tari tayub melanggar etika agama , dikarenakan tarian ini sering dibarengi dengan minum minuman keras. pada saat menarikan tari tayub sang penari wanita yang disebut ledek mengajak penari pria dengan cara mengalungkan selendang yang disebut dengan sampur kepada pria yang diajak menari tersebut. sering terjadi persaingaan antara penari pria yang satu dengan penari pria lainnya, tayub memang fenomenal, terlepas dari pro dan kontra, bagaimanapun juga ini merupakan bentuk kesenian daerah yang patut dilestarikan, acara ini dipergunakan untuk hajatan khitanan, pernikahan, sedekah bumi, beberapa lagu yang sering dilantunkan seperti : wolu iromo, wolu -wolu,  srampat, kijing miring, sambel kemangi, sore -sore, pupur wangi, kembang rawe, Ireng- ireng dan lain – lain. disamping itu para pesindir layaknya bak  seorang artis yang mempunyai daya tarik dan tarif yang juga fantastis untuk kelas kondang macam wantika dari Tuban berkisar 4 s.d 5 juta untuk sekali show, selain itu  ada Yasmi dari Ngasem, Yahya, Eli, Priya dll.  itu tarif belum termasuk sewa pengiring penabuh, sound dll. dibutuhkan dana yang ekstra besar pula.

  1. PB aka Penunggang Byson
    29 Desember 2010 pukul 12:09

    pertamaxxx

    • 29 Desember 2010 pukul 12:32

      mantaf pokoknya om kembang rawe mudune wolu wolu:mrgreen:

  2. Dani Ramadian
    29 Desember 2010 pukul 12:34

    Wiro Suoro…

    buahahahaha…

    latiannya Wiro di Karaokéan…

    xixixi

    • 29 Desember 2010 pukul 12:39

      bhuahaha Wiro suoro itu menggelegar suaranya kalo di Tayub, apalagi didukung sound system mixer MIDAS punya😆

  3. 29 Desember 2010 pukul 12:44

    Mari qta lestarikan kesenian asli Indonesia biar gak diklaim ama negara tetangga😀

    • 29 Desember 2010 pukul 13:37

      monggo sareng – sareng trisno budoyo, Jangan sampai dakui negara tetangga

  4. 29 Desember 2010 pukul 14:16

    Kalau kita lapar itu biasa
    Kalau kita malu itu juga biasa
    Namun kalau kita lapar atau malu itu karena Malaysia, kurang ajar!

    Kerahkan pasukan ke Kalimantan hajar cecunguk Malayan itu!
    …Pukul dan sikat jangan sampai tanah dan udara kita diinjak-injak oleh Malaysian keparat itu

    Doakan aku, aku kan berangkat ke medan juang sebagai patriot Bangsa, sebagai martir Bangsa dan sebagai peluru Bangsa yang tak mau diinjak-injak harga dirinya.

    Serukan serukan keseluruh pelosok negeri bahwa kita akan bersatu untuk melawan kehinaan ini kita akan membalas perlakuan ini dan kita tunjukkan bahwa kita masih memiliki Gigi yang kuat dan kita juga masih memiliki martabat.

    Yoo…ayoo… kita… Ganjang…
    Ganjang… Malaysia
    Ganjang… Malaysia
    Bulatkan tekad
    Semangat kita badja
    Peluru kita banjak
    Njawa kita banjak
    Bila perlu satoe-satoe!

    • 29 Desember 2010 pukul 15:50

      hehehe.. copas dr pidato bung karno..

      tayuban? moh.. dugem?? hayukk.hehehehe..

      • 29 Desember 2010 pukul 17:01

        hmm bisa beksan/besso mas? Susah lho ngikuti irama gending nya, butuh penghayatan, saya nggak bisa-bisa:mrgreen: dulu.. saya sering diajak pak lurah, carik, camat kalo ada hajatan hiburannya tayub hehe

        • 30 Desember 2010 pukul 19:25

          mboten saged pak. kalau joged dangdut atau jogednya orang dugem saged saya.he3..

          seperti yg di komentarkan oleh mas Nugros. ada stigma negatif tentang tayuban ini. Lha sy dr kecil besar di lingkungan pondok yg ketat, mau nggitar saja ndak boleh, mau maen kartu nggak boleh, apalagi mbekso.

          tapi kok bisa joged dugem? ya itulah kuatnya pengaruh pergaulan sewaktu di Radar Malang dulu. skr dah tobat.

  5. 29 Desember 2010 pukul 17:32

    kenapa koq wanita yang mendapat pridikat ledhek mempunyai stigma miring dimasyarakat ya? padahal mereka khan cuman menghibur dan mencari sesuap nasi…

    • 29 Desember 2010 pukul 22:06

      hehe kalo sepengetahuan saya ginii mas dwi, masyarakat kita tuh sensitif banget kalo ada sesuatu hal yang tidak lazim dan lumrah yang bertolak belakang dengan adat kebiasaan masyarakat, ledhek kan identik wanita penggoda, bergelut dunia senang – senang, foya – foya, kelakuannya disinyalir suka ngerebut suami orang ( padahal belum tentu, laki2 sendiri yang mulai) aura magis tidak jarang menjangkiti para ledhek itu sendiri untuk penglarisan dirinya, kalo ditinjau sudut profesi benar, mereka pekerja sang penghibur dan mencari sesuap nasi, tapi dilihat efek negatifnya, banyak laki – laki / suami tergila – gila pada seorang ledhek CMIW

      • Dani Ramadian
        30 Desember 2010 pukul 07:20

        Siipppp…
        Tambah ilmu manéh nih…

        thnks…🙂

  6. 31 Desember 2010 pukul 08:16
    • 31 Desember 2010 pukul 12:35

      wow vixion dioperasi hbis 10 jeti?

  7. tafri
    31 Desember 2010 pukul 15:40

    lengger kui:mrgreen:

  8. 31 Desember 2010 pukul 18:22

    tauban perahu

  9. 31 Desember 2010 pukul 19:10

    di Banyumas ada kesenian sejenis namanya LENGEr

  10. 1 Januari 2011 pukul 09:50

    LENGGER : (e.nya e bebek)
    wis lawas banget ra nonton

  11. 2 Januari 2011 pukul 21:55

    mbah wir lek dadi manten di tanggapke iki yo

    • 2 Januari 2011 pukul 22:30

      oke – oke, ndang dadi nganten mbah hahaha:mrgreen:

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: