Beranda > Pemandangan > Kisah mesin penyedot pasir tiba di Bengawan Bojonegoro

Kisah mesin penyedot pasir tiba di Bengawan Bojonegoro

Sumber daya alam memang disediakan untuk kelangsungan makhluk dibumi, terutama manusia, kita diberi akal untuk menggunakannya, hmm saya akan mengisahkan tentang perubahan pola pikir masyarakat penambang pasir di bantaran Bengawan Solo, Penambang pasir di Bojonegoro dulu masih menggunakan manual, alias penambang tersebut menyelam untuk mengambil pasir di dasar sungai, keadaan berubah setelah tahun 2003 seorang pendatang mempunyai ide untuk mendatangkan alat sedot pasir dari Mojokerto, kita tahu Kabupaten Mojokerto di aliri sungai berantas dan pada saat itu gencar – gencarnya operasi penertiban alat sedot pasir oleh Satpol PP Mojokerto , maka babak baru dimulai para pengusaha pasir yang mempunyai modal kuat memborong alat sedot pasir untuk dioperasikan di Bojonegoro khususnya sungai Bengawan Solo. alat ini awalnya dijual seharga 8 – 12 juta rupiah, hmm seiring membanjirinya alat sedot pasir ini tanpa kita sadari mereka telah memperparah kerusakan ekosistem yang tidak dapat diperbaharui, masalahnya hanya alasan perut saja mereka melakukan itu untuk menyambung hidup, pemerintah sepertinya tidak bisa mencarikan jalan keluar kepada para penambang dengan memberikan lapangan kerja baru, sekarang belum begitu terasa dampaknya, kelak anak cucu kita pasti terkena dampaknya.

  1. 8 Desember 2010 pukul 18:41

    hua pedess…

    • 8 Desember 2010 pukul 18:53

      opone sing pedes? ada artikel baru tah? tak sambangi:mrgreen:

      • 8 Desember 2010 pukul 19:05

        jik belum, ngenteni makan bebek goreng dulu baru bisa mikir mas.

        • 8 Desember 2010 pukul 19:07

          halah ngenteni mangan disik, aku bar mangan bakso nok omah wkwkwk

        • 8 Desember 2010 pukul 19:16

          begini nasib jadi bujangan,, masak2 sendiri, makan2 sendiri.. ahihihih… lesu aq mas, iki udane gak mari2.

          • 8 Desember 2010 pukul 19:36

            makane nek wis cocok, langsung jaluk wae ke orang tuanya, hidup sebenar – benarnya kalo sudah berumah tangga,
            kompor mode:on😀

            • 8 Desember 2010 pukul 20:48

              sampun. awan mang mas… kemrobyoss… keringet sak jagung2, atene ngombe ae banyune goyang koyo enek gempa. uisin.., grogi poll.. first time mas.
              doakan saja yang terbaik, semoga.. amien..

            • 8 Desember 2010 pukul 23:10

              Alhamdulilah, mudah2an lancar mas, sampe menuju pernikahan amin

  2. 8 Desember 2010 pukul 19:03

    ndek kediri sering enek obrakan dan sementara nggak ada, mboh nek muncul lagi.
    soale nggarai :
    1.jembatan semampir baru retak 3-5cm sambungane alias bergeser pondasi jembatannya. sekarang pemda bikin tanggul buat mengatasi pergeseran pondasi.
    2.jembatan mrican ambrol, gara-gara tiangnya yang dibuat dari rel/ semacam jembatan model balley terhantam oleh perahu penambang pasir yang terseret banjir.
    3.DAS rusak, warga yang tinggal sekitar DAS Brantas resah karena sering terjadi gerusan/longsor pada DAS, sehingga bibir sungai semakin mendekati rumah mereka.

    Pemda harus bergerak cepat, terutama Kades dan warga sekitar. nek warga menolak kate lapo penambange? kate angkut2 wes diobrak warga.

    Jangan sampai Bojonegoro meniru kesalahan Kediri, Mojokerto dan Jombang.
    *serius.com

    • 8 Desember 2010 pukul 19:15

      yup betul sekali, Mojokerto, Kediri sudah banyak merasakan efek negatifnya, Bojonegoro relatif baru, belum begitu terasa, hmmm tunggu aja tanggal mainnya, aku ngerti alat ini datang ke Bojonegoro sebab dulu pernah ikut kumpul sama pengelola tambangan sekaligus lurah sana, mudah2an pemda Bojonegoro tanggap akan efek dampak negatifnya

  3. 8 Desember 2010 pukul 20:00

    kalo di sedot terus… bisa bikin bolongan dlm sungai dunk…

    • 8 Desember 2010 pukul 23:11

      nah itu dia salah satu akibatnya kang

  4. 8 Desember 2010 pukul 20:49

    hati hati lingkungan bisa rusak.

    nitip motor android
    http://rosso99.wordpress.com/2010/12/08/bbg-bro/

    • 8 Desember 2010 pukul 23:12

      Nyumanggaken… menuju TKP

  5. 9 Desember 2010 pukul 07:24

    Pasir di laut qta habis disedot ama negara tetangga😦

    • 9 Desember 2010 pukul 12:46

      nasiiib nasiib bangsa kita semakin tidak berdaya😦

  6. 9 Desember 2010 pukul 11:19

    yaaaaaaa, sekarang apa2 pake mesin yah…efisien waktu dan hasilnya memang lebih banyak..tapi segi sosialnya hilang………..itulah karena KAPITALISME sudah masuk ke sendi2 kehidupan

    • 9 Desember 2010 pukul 12:47

      yup, kabar menggembirakan sekaligus memilukan

  7. 9 Desember 2010 pukul 11:19

    persoalan klasik mas bro! diwilayahku aja barusan jembatan pembantu roboh gara-gara ditambang pasirnya!😥

    • 9 Desember 2010 pukul 12:53

      wah benar2 parah, kalo disini masih relatif baru bang one, disini sepertinya akan mencontoh kesalahan daerah yang sudah duluan menyedot pasir dengan alat mekanis, Pemda sini lamban untuk mengantisipasinya, tidak mau belajar pada daerah yang sudah merasakan dampak negatifnya

  8. tafridefraaz
    9 Desember 2010 pukul 13:30
  9. 9 Desember 2010 pukul 19:00

    harusnya ada analisis dampak lingkungan yo mas bro

    • 9 Desember 2010 pukul 21:19

      yup, analisis mungkin dah ada, tapi telat kang obrakan satpol pp baru dimulai, padahal sudah beroperasai agak lama

  10. 10 Desember 2010 pukul 09:56

    nek nggonanku yo dilempari batu🙂 sama masyarakat sekitar

    • 10 Desember 2010 pukul 11:05

      batune tapi dari gabus hahaha

  11. supriyanto
    8 November 2011 pukul 13:06

    sebelumnya maaf ini temen aqu dari magelang nanya ke saya harga mesin penyedot pasir .klo blh tau harganya bekisaran berapa y mesin penyedot pasir itu

    • 23 November 2011 pukul 22:10

      totalnya kisaran 8-9 jt sih kang, tergantung mesin berapa PK, CMIWW

  1. 23 Oktober 2011 pukul 05:50

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: